RESOFENCE

Sabtu, 04 Mar 2023

RESOFENCE : Muda berprestasi, Gengam Prestasi, dengan Riset Masa Kini !

 

RESOFENCE#2 (Reasreach Your Conferance)  adalah kegiatan yang berkiblat pada riset berkemajuan. Kegiatan ini  kembali hadir menemani pelajar-pelajar peneliti . Tahun lalu RESOFENCE#1 dilakukan secara online , tetapi kali ini RESOFENCE#2 dilakukan secara luring/tatap muka di aula Ir Soekarno SMA Negeri 2 Bantul dengan di hadiri sekitar 21 sekolah se-Bantul dan Jogja . RESOFENCE#2 kali ini mengusung tema "Muda berprestasi, Gengam prestasi, dengan riset masa kini". Acara RESOFENCE 2023 diawali  sambutan kepala sekolah SMA negeri 2 Bantul. Dalam sambutannya  beliau sangat berharap agar RESOFENCE kedepannya dapat mengundang lebih banyak peserta dari kabupaten lain di DIY karena kegiatan ini memiliki banyak manfaat terlebih untuk para calon peneliti muda.

Tentunya setelah beberapa sambutan pada acara inti RESOFENCE juga mendatangkan narasumber yang luar biasa dari SAGASITAS dengan materi "Internet Of Things". Pada sesi penjelasan materi, para peserta tampak begitu antusias dan aktif dengan pemateri yang  seru dan asyik.

Setelah pemberian materi , kegiatan semakin mengesankan, yaitu pembagian kelompok menggunakan Iot. Pembagian kelompok ini sendiri diacak.  Seluruh peserta yang berasal dari berbagai sekolah bisa saling mengenal serta berinteraksi pada forum diskusi. Forum diskusi tersebut meminta agar para peserta berkelompok membentuk sebuah tim lalu mendiskusikan isu yang telah di siapkan oleh panitia. Mereka juga diundi untuk melakukan presentasi di depan forum untuk menjelaskan hasil diskusi mereka.

Peserta yang hadir begitu antusias . Banyak yang bertanya dan memberikan tanggapan. Terjadi sebuah dialog yang menarik. Pada penghujung acara ini diberikan penghargaan  untuk peserta teraktif, ter- on time, dan terkritis.

 "Saya senang dengan acara ini  karena kita bisa mendapat banyak kenalan, Bangga dan seneng banget saat tau dapet award terkritis", ungkap Hendra, peserta yang mendapatkan predikat peserta  terkritis.

Bimo Aryo sebagai peserta juga menyampaikan bahwa ia sedikit tidak kaget waktu mendapat award ter-ontime karena dia datang pertama kali dan masih sepi.

 "Gak terlalu expect, Seneng juga semoga resofence bisa lebih baik dan topik yang diangkat lebih menarik" ungkap Bunga peserta teraktif.

Lalu, bagaimana ya pendapat para peserta RESOFENCE yang lain? Menurut Leo dia merasa senang bisa diundang ke acara ini. Dia juga merasa terhormat. Namun Leo juga menyampaikan bahwa semoga resofence ke depan kegiatannya dapat lebih bervariatif tidak hanya mendengarkan materi. Anak anak SMA 1 Kasihan yang turut hadir juga menyampaikan bahwa acara ini bagus, menyenangkan, dan menambah wawasan serta teman selain itu juga di acara ini bisa menemukan ide baru serta pikiran baru. Menurut mereka, acara RESOFENCE kali ini seru dan akan lebih menyenangkan jika narasumber nya dapat lebih inovatif.

Menurut ketua SRC, event, dan pembimbing SRC,  acara RESOFENCE sendiri dimulai dari tahun lalu. Namun, dulu sebelum adanya RESOFENCE pernah ada acara demikian dengan nama TEKTOK. “RESOFENCE merupakan forum diskusi tanya jawab dengan target menggabungkan banyak sekolah dan mengajak mereka untuk membahas sebuah isu lalu mempresentasikannya”, ungkap Layla, ketua SRC.. Tema kali ini diambil karena banyak riset saat ini, tetapi tidak terlalu menuju ke masa depan. “Kegiatan ini bertujuan agar pelajar-pelajar peneliti memahami tentang gambaran riset masa sekarang, “ ungkap Bintang, ketua panitia. Menurut Layla dan Bintang event kali ini  sesuai expektasi walaupun  terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaanya.  Para peserts  senang karena event berjalan sesuai rencana . Ibu Sitaresmi,  pembimbing SRC,  mengungkapkan kebanggaannya, "Saya bangga dengan anak anak SMA 2. Saya selalu bilang event ini bukan hanya untuk SMA 2, tetapi untuk siswa dari luar .  Saya juga bangga dengan panitia karena melebihi ekspektasi saya. Harapan saya, event ini hanya  menghadirkan siswa se- Bantul, tetapi ternyata bisa luar Bantul juga. Acara berjalan lancar, luar biasa sukses dan sesuai jadwal tepat waktu. Saya salut dengan anak SMA 2 sejak dulu sampai sekarang karena acara mereka bermanfaat”. “Riset memang harus dihubungkan dengan teknologi. Tadi narsum juga membahas tentang iot dan kecerdasan buatan dan itu sesuai dengan riset yang makin berkembang. Semoga resofence akan selalu ada dan makin sempurna . Acara seperti ini harus terus berlanjut agar orang yang awalnya tidak tau SMA 2 menjadi tau bahwa ada SMA 2 yang merupakan sekolah peduli riset dan risetnya berjalan. Saya berharap nanti lebih banyak peserta lagi, misalnya dari Gunungkidul, Kulonprogo, Sleman kalau bisa dan panitia regenerasi ke adik kelas juga semoga bagus nantinya, “ imbuhnya. Selamat RESOFENCE, bravo SRC !

(Tanti, Latifah, Djumar)

Berita terkait

Kegiatan Gladian Pimpinan Sangga (DIANPINSA) SMA Negeri 2 Bantul pada 23–24 Oktober 2026 telah s.jpg
DIANPINSA 2026: Wadah Tempa Jiwa Kepemimpinan Pemimpin Sangga Ambalan Diponegoro - R.A. Kartini
Selasa, 03 Nov 2026

Dalam upaya mencetak kader-kader pemimpin masa depan yang berkarakter, berdisiplin tinggi, serta memiliki jiwa korsa yang kuat, Gerakan Pramuka Gugus Depan 01.037 - 01.038 Ambalan Diponegoro - R.A. Kartini SMA Negeri 2 Bantul sukses menyelenggarakan kegiatan Gladian Pimpinan Sangga (Dianpinsa) 2026. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada Jumat–Sabtu, 23–24 Oktober 2026, bertempat di kampus SMA Negeri 2 Bantul. Dianpinsa merupakan agenda tahunan yang krusial bagi anggota Pramuka Penegak. Fokus utama dari kegiatan ini adalah memberikan pembekalan kepemimpinan, teknis kepramukaan, serta manajemen organisasi bagi para Pemimpin Sangga (Pinsa) dan Wakil Pemimpin Sangga (Wapinsa) agar siap menjalankan roda aktivitas ambalan selama satu periode ke depan. SMADABA We Are The Best!!

21 okt 26.jpg
Parenting sekaligus Penyampaian Hasil ATS (Asesmen Tengah Semester) Gasal
Selasa, 03 Nov 2026

SMA Negeri 2 Bantul sukses menggelar kegiatan Parenting sekaligus Penyampaian Hasil ATS (Asesmen Tengah Semester) Gasal untuk kelas X. Acara yang menghadirkan narasumber inspiratif, Bunda Eny Harjanti, ini dilangsungkan di Aula Soekarno SMA Negeri 2 Bantul. Kegiatan yang diselenggarakan pada Senin, 26 Oktober 2026, ini bertujuan untuk membangun komunikasi yang efektif serta memperkuat sinergi antara pihak sekolah dan para orang tua murid. Melalui acara ini, diharapkan kolaborasi yang solid antara rumah dan sekolah dapat terus terjalin guna mengoptimalkan proses pendidikan serta meningkatkan prestasi belajar murid ke depannya.

pend karakter x kunj museum 26 (2).jpg
Murid Kristen dan Katolik Kelas X Ikuti Pembinaan Kerohanian di Gua Maria Mojosongo
Selasa, 03 Nov 2026

Pembentukan karakter berlandaskan nilai-nilai keagamaan menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di SMA Negeri 2 Bantul. Pada Kamis, 8 Oktober 2026, murid kelas X yang beragama Kristen dan Katolik melaksanakan kegiatan pembinaan kerohanian dan refleksi diri di Gua Maria Mojosongo, Surakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Pendidikan Karakter dan Kunjungan Museum sekolah. Dalam agenda ini, para murid mengikuti peribadatan serta sesi refleksi bersama untuk memperdalam iman dan kebangsawan kerohanian. Tempat yang tenang dan kondusif memberikan ruang bagi murid untuk mengintrospeksi diri, mempererat rasa persaudaraan, serta menumbuhkan rasa saling menghormati di tengah keberagaman. Melalui pembinaan kerohanian ini, sekolah berharap nilai-nilai kasih, kedisiplinan, dan rasa kepedulian antar sesama dapat tertanam kuat dalam diri murid, sehingga menjadi pijakan dalam membentuk karakter yang berakhlak mulia di kehidupan sehari-hari.

pend karakter x kunj museum 26 (1).jpg
Pendidikan Karakter Kelas X - Praktik Manasik Haji di Asrama Haji Donohudan
Selasa, 03 Nov 2026

Memahami tata cara ibadah haji tidak cukup hanya melalui teori di dalam kelas. Pada Kamis, 8 Oktober 2026, murid kelas X SMA Negeri 2 Bantul yang beragama Islam melaksanakan praktik manasik haji secara langsung di Asrama Haji Donohudan, Boyolali. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Pendidikan Karakter dan Kunjungan Museum sekolah. Dalam kegiatan ini, para murid mempraktikkan secara berurutan tata cara dan rukun ibadah haji, mulai dari niat ihram, tawaf, sa'i, hingga wukuf. Simulasi ini dirancang agar murid tidak hanya memahami urutan ibadah secara teknis, tetapi juga menghayati nilai-nilai penting seperti kesabaran, kedisiplinan, dan kebersamaan. Melalui pembelajaran berbasis pengalaman langsung ini, sekolah berharap nilai-nilai keagamaan tersebut dapat tertanam kuat dan membentuk karakter murid yang berakhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.